Upaya
Mewujudkan Masyarakat Madani di Indonesia
Indonesia
memiliki tradisi kuat masyarakat madani (civil
society). Bahkan jauh sebelum Negara bangsa berdiri, masyarakat sipil telah
berkembang pesat yang diwakili oleh kiprah beragam organisasi sosial keagamaan
dan pergerakan nasional dalam perjuangan merebut kemerdekaan. Selain berperan sebagai organisasi perjuangan
penegakan HAM dan perlawanan terhadap kekuasaan colonial, organisasi berbasis
islam, seperti syariat islam(NU) dan muhammadiyah, tela menunjukkan kiprahnya
sebagai komponen civil society yang
penting dalam sejarah perkembangan masyarakat sipil diindonesia. Sifat
kemandirian dan kesukarelaan para pengurus dan anggota organisasi tersebut
merupakan karakter khas dari sejarah masyarakat madani Indonesia.
Terdapat
dua factor yang mempengaruhi masyarakat madani, yaitu factor pendorong dan
factor penghambat.
Beberapa
factor pendorong timbulnya masyarakat madani:
1.
Adanya penguasa
politik yang cendrung mendominasi(menguasai) masyarakat agar patuh dan taat
kepada penguasa.
2.
Masyarakat
diasumsikan sebagai orang yang tidak memiliki kemampuan yang baik(bodoh)
dibandingkan dengan penguasa( pemerintah).
3.
Adanya usaha
untuk membatasi ruang gerak dari masyarakat dalam kehidupan politik. Keadaan
ini menyulitkan bagi masyarakat untuk mengemukakan pendapat, karena ruang
public yang bebaslah individu berada dalam posisi setara, dan melakukan
transaksi.
Untuk
membangun masyarakat madani diindonesia, ada enan factor yang harus
diperhatikan, yaitu:
1.
Adanya perbaikan
disektor ekonomi, dalam rangka peningkatan pendapat masyarakat dn dapat
mendukung kegiatan pemerintahan.
2.
Timbulnya
intelektualitas dalam rangka membangun manusia yang memiliki komitmen untuk
independen.
3.
Terjadinya
pergeseran budaya yang lebih modern dan lebih independen.
4.
Berkembangnya
berkembangnya pluralisme dalam kehidupan yang beragam.
5.
Adanya
partisipasi aktif dan menciptakan tata pamong yang bai.
6.
Adanya keimanan
dan ketakwaan kepada tuhan yang melandasi moral kehidupan.
Menurut
Diwam, ada tiga strategi yang salah satunya dapat digunakan sebagai strategi
pemberdayaan masyarakat madani bis aterwujud di Indonesia:
1)
Strategi yang
lebih mementingkan integrasi nasional dan politik. Strategi ini berpandangan
bahwa strategi demokrasi tidak mungkin berlabgsung dalam m,asyarakat yang belum
memiliki kesadaran berbangsa dan bernegara yang kuat.bagi penganut pelaksanaan
demokrasi liberal hanya ada yang akan menimbulkan komflik dank arena itu
menjadi sumber instabilitas politik saat ini yang diperlukan adalah stabilitas
politik sebagai landasan pembanguna, karena pembangunan, lebih-lebih yang
terbuka terhadap perekonomian global membutuhkan rosiko politik yang minim.
Dengan demikian persatuan dan kesatuan bangsa lebih diutamakan dari demokrasi.
2)
Strategi yang
lebih mengutamakan reformasi politik demokrasi. Strategi ini berpandangan bahwa
untuk membangun demokrasi tidak perlu menunggu rampangnya tahap pembangunan
ekonomi. Sejak awal dan scara bersama-sama diperlukan proses demokratisasi yang
pada esensinya adalah memperkuat partisipasi politik. Jika karangka kelembagaan
ini diciptakan. Maka akanada sendirinya timbul civil society yang mampu mengontrol terhadap negara.
3)
Strategi yang
memilih membangun masyarakat madani sebagai basis yang kuat kearah
demokratisasi. Strategi ini muncul akibat kekecewaan terhadap realisasi dan
strategi
No comments:
Post a Comment