Monday, 12 December 2016

masyarakat madani

Upaya Mewujudkan Masyarakat Madani di Indonesia
       Indonesia memiliki tradisi kuat masyarakat madani (civil society). Bahkan jauh sebelum Negara bangsa berdiri, masyarakat sipil telah berkembang pesat yang diwakili oleh kiprah beragam organisasi sosial keagamaan dan pergerakan nasional dalam perjuangan merebut kemerdekaan. Selain berperan sebagai organisasi perjuangan penegakan HAM dan perlawanan terhadap kekuasaan colonial, organisasi berbasis islam, seperti syariat islam(NU) dan muhammadiyah, tela menunjukkan kiprahnya sebagai komponen civil society yang penting dalam sejarah perkembangan masyarakat sipil diindonesia. Sifat kemandirian dan kesukarelaan para pengurus dan anggota organisasi tersebut merupakan karakter khas dari sejarah masyarakat madani Indonesia.
       Terdapat dua factor yang mempengaruhi masyarakat madani, yaitu factor pendorong dan factor penghambat.
       Beberapa factor pendorong timbulnya masyarakat madani:
1.      Adanya penguasa politik yang cendrung mendominasi(menguasai) masyarakat agar patuh dan taat kepada penguasa.
2.      Masyarakat diasumsikan sebagai orang yang tidak memiliki kemampuan yang baik(bodoh) dibandingkan dengan penguasa( pemerintah).
3.      Adanya usaha untuk membatasi ruang gerak dari masyarakat dalam kehidupan politik. Keadaan ini menyulitkan bagi masyarakat untuk mengemukakan pendapat, karena ruang public yang bebaslah individu berada dalam posisi setara, dan melakukan transaksi.

     Untuk membangun masyarakat madani diindonesia, ada enan factor yang harus diperhatikan, yaitu:
1.      Adanya perbaikan disektor ekonomi, dalam rangka peningkatan pendapat masyarakat dn dapat mendukung kegiatan pemerintahan.
2.      Timbulnya intelektualitas dalam rangka membangun manusia yang memiliki komitmen untuk independen.
3.      Terjadinya pergeseran budaya yang lebih modern dan lebih independen.
4.      Berkembangnya berkembangnya pluralisme dalam kehidupan yang beragam.
5.      Adanya partisipasi aktif dan menciptakan tata pamong yang bai.
6.      Adanya keimanan dan ketakwaan kepada tuhan yang melandasi moral kehidupan.
     Menurut Diwam, ada tiga strategi yang salah satunya dapat digunakan sebagai strategi pemberdayaan masyarakat madani bis aterwujud di Indonesia:
1)      Strategi yang lebih mementingkan integrasi nasional dan politik. Strategi ini berpandangan bahwa strategi demokrasi tidak mungkin berlabgsung dalam m,asyarakat yang belum memiliki kesadaran berbangsa dan bernegara yang kuat.bagi penganut pelaksanaan demokrasi liberal hanya ada yang akan menimbulkan komflik dank arena itu menjadi sumber instabilitas politik saat ini yang diperlukan adalah stabilitas politik sebagai landasan pembanguna, karena pembangunan, lebih-lebih yang terbuka terhadap perekonomian global membutuhkan rosiko politik yang minim. Dengan demikian persatuan dan kesatuan bangsa lebih diutamakan dari demokrasi.
2)      Strategi yang lebih mengutamakan reformasi politik demokrasi. Strategi ini berpandangan bahwa untuk membangun demokrasi tidak perlu menunggu rampangnya tahap pembangunan ekonomi. Sejak awal dan scara bersama-sama diperlukan proses demokratisasi yang pada esensinya adalah memperkuat partisipasi politik. Jika karangka kelembagaan ini diciptakan. Maka akanada sendirinya timbul civil society yang mampu mengontrol terhadap negara.
3)      Strategi yang memilih membangun masyarakat madani sebagai basis yang kuat kearah demokratisasi. Strategi ini muncul akibat kekecewaan terhadap realisasi dan strategi


No comments:

Post a Comment